Sains

Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2014

Bagaimana menghentikan waktu

Sumber gambar : http://.deviantart.net
Kesibukan telah menjadi kultur kehidupan kota. Berbagai deadline seakan-akan selalu mengepung kita. Belum selesai pekerjaan yang ini, datang lagi pekerjaan yang lain. Banyak tugas, dan semua harus segera diselesaikan dalam waktu yang seringkali mepet. Tekanan ini membuat sebagian orang membayangkan seandainya waktu bisa dihentikan sejenak, sehingga ia bisa lebih leluasa menyelesaikan semua tugasnya. Apakah waktu bisa dihentikan?

Mengapa malaikat dapat mengurusi banyak orang ?

Photo taken by : Fajar Teguh
Agama menginformasikan bahwa ada makhluk ciptaan Tuhan bernama malaikat. Mereka sering diilustrasikan memiliki sayap-sayap. Malaikat diciptakan dari cahaya. Mereka tidak diberikan nafsu, sehingga tugas mereka hanyalah mengabdi secara taat kepada Tuhan. Agama juga menginformasikan bahwa mereka memiliki tugas yang berbeda-beda, misalnya Jibril bertugas menyampaikan wahyu, Izrail bertugas mencabut nyawa, Mikail bertugas membagi rizki, Raqib bertugas mencatat amal baik, dan Atib bertugas mencatat amal buruk manusia. Orang-orang yang suka berpikir mungkin pernah bertanya: Mudah dipahami tugas Jibril dalam menyampaikan wahyu, namun bagaimana dengan tugas malaikat Raqib yang mencatat amal baik manusia? Manusia di bumi ini berjumlah milyaran dan hidup dalam waktu yang bersamaan. Apakah Raqib tidak kewalahan mencatat amal mereka satu persatu??

Kita mengimani bahwa Tuhan Mahakuasa dan hanya Dia yang Mahamengetahui mekanisme kerja para malaikat-Nya. Akan tetapi, kita bisa sedikit memahami fenomena malaikat ini dengan menggunakan ilmu fisika.

Selasa, 25 November 2014

Mamalia Tumbuh Besar Setelah Dinosaurus Punah


Para peneliti menunjukkan bahwa punahnya dinosaurus 65 juta tahun lalu memberi jalan bagi mamalia untuk menjadi lebih besar sekitar seratus kali lipat dari ukuran sebelumnya.


Penelitian ini merupakan yang pertama menunjukkan pola baru peningkatan ukuran tubuh mamalia setelah kepunahan dinosaurus.

"Pada dasarnya dinosaurus lenyap dan seketika itu tak ada yang lain memakan tumbuh-tumbuhan. Itu merupakan sumber makanan lepas dan mamalia mengambil kesempatan tersebut dan akan lebih efisien lagi menjadi seekor herbivora jika memiliki tubuh besar," kata rekan penulis makalah Dr. Jessica Theodor yang merupakan profesor di Bagian Sains Biologi di Universitas Calgary, seperti yang dilansir oleh EurekAlert (25/11/10).

Ibu Theodor mengatakan bahwa sebagaimana mengkonfirmasi pertumbuhan dramatis ukuran mamalia setelah punahnya dinosaurus, studi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem mampu memulihkan diri cukup cepat.

"Dinosaurus punah 65 juta tahun lalu, dan dalam waktu 25 juta tahun sistemnya dikembalikan kepada maksimum baru dalam hal ukuran tubuh hewan-hewan yang ada pada waktu tersebut. Waktu yang dibutuhkan tersebut secara geologi cukup pendek," katanya. "Hal tersebut merupakan evolusi yang cepat."

Ibu Theodor mengatakan bahwa mamalia tumbuh dari ukuran maksimum sekitar 10 kg ketika hidup bersama dinosaurus menjadi maksimum 17 ton sesudahnya.

Komet Mungkin Membawa Kehidupan Ke Bumi



Simulasi komputer menunjukkan bahwa rantai panjang mengandung ikatan karbon-nitrogen bisa terbentuk selama kompresi cepat es komet. Pada proses pemuaian, rantai panjang tersebut putus dan membentuk kompleks-kompleks yang mengandung asam amino glisin yang merupakan pembangun protein.



Penelitian baru para ilmuwan di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore (LNLL) menunjukkan bahwa komet-komet yang menabrak Bumi jutaan tahun yang lalu mungkin telah menghasilkan asam amino yang merupakan blok-blok pembangun kehidupan.

Asam amino sangat penting bagi kehidupan dan berfungsi sebagai blok-blok pembangun protein yang merupakan rantai-rantai linier asam amino.

Di edisi 12 September jurnal Nature Chemistry, Nir Goldman dari LNLL dan para koleganya menemukan bahwa melekul-molekul yang ditemukan pada komet-komet (seperti air, amonia, metanol dan karbon dioksida) mungkin saja menjadi pendorong kehidupan di Bumi. Timnya menemukan bahwa kompresi cepat dan pemanasan es komet yang menabrak Bumi bisa menghasilkan kompleks-kompleks yang menyerupai asam amino glisina.

Penelitian asal kehidupan pada mulanya memfokuskan pada produksi asam-asam amino dari bahan-bahan organik yang sudah ada di Bumi. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kondisi atmosfer Bumi sebagian besar terdiri dari karbon dioksida, nitrogen dan air. Eksperimen pemanasan cepat dan berbagai perhitungan akhirnya membuktikan bahwa sintesis molekul-molekul organik yang diperlukan untuk menghasilkan asam amino tak akan terjadi pada tipe lingkungan ini.

Senin, 24 November 2014

Mengapa tidak makan terigu mentah ?


Sumber : food.detik.com

Terigu adalah tepung yang sangat halus yang dibuat dari gandum atau biji-bijian sejenisnya. Tetapi kita tidak dapat memakannya mentah-mentah. Mengapa ? Mari kita lakukan eksperimen berikut ini sobat sains !

Yang kamu butuhkan adalah 1 sendok makan gula, 1 sendok makan terigu, serta 2 gelas air dingin.
Yang kamu lakukan pertama kali adalah  mengaduk gula didalam salah satu gelas yang telah diisi air dingin setengah penuh. Kemudian aduklah juga terigu pada satu gelas yang lainnya
Yang terjadi adalah gula menghilang dari pandangan, sedangkan terigu tidak.

Mengapa hal ini terjadi? Karena gula larut dalam air. Butiran-butiran terigu terlalu besar untuk larut dalam air. Saat kamu mengaduk terigu dan air, kamu memperoleh adonan terigu yang bergumpal dalam air. Saat kamu mengunyah makanan, sebelum kamu menelannya, air liur bekerja untuk membantumu mencerna makanan. Molekul-molekul gula terpisahkan dan segera bercampur dengan air liur.

Namun demikian, terigu tidak larut dan bergumpal-gumpal juga dalam air liur, seperti halnya dalam segelas air. Dinding sel-sel tumbuhan yang keras disekeliling butiran terigu menyebabkan molekul-molekul zat tepung tidak dapat keluar. Tidak ada yang dapat masuk kecuali setelah dinding itu pecah baik itu air yang diperlukan untuk melunakan zat tepung maunpun enzim-enzim yang diperlukan untuk mencernanya. Panas memecahkan dinding itu, itulah mengapa terigu perlu dimasak lebih dulu sebelum dapat dimakan.

Sumber :
Prof. Wahyudin, dkk.2009.99 Percobaan Sehari-hari.Jakarta: Armandelta Selaras

Bagaimana Mematangkan Buah ?

Sumber gambar: remywright.blogspot.com 

Kebanyakan buah-buahan dimakan dalam keadaan mentah setelah masak secara sendirinya. Tetapi banyak juga buah-buahan yang dimasak, dikeringkan, dikalengkan, dibekukan, diperas menjadi jus, dijadikan kue, digunakan sebagai perasa makanan lainnya, serta dijadikan selai dan agar-agar. Namun ada juga, jenis buah-buahan misalnya ceri masam, yang harus dimasak terlebih dahulu. Tapi terkadang seringkali, buah-buahan yang kita beli belum cukup matang untuk dimakan. Lantas, apa yang harus kita lakukan ? Mari kita lakukan eksperimen berikut ini sobat sains !

Yang kamu perlukan dua mangga yang belum masak, kantung kertas, serta lemari es. Selanjutnya yang kamu lakukan adalah tempatkan salah satu buah mangga yang belum masak didalam laci lemari es bersama bahan-bahan lainnya selama satu atau dua hari. Tempatkan satu buah mangga lainnya didalam kantung kertas dan tututplah erat-erat. Simpanlah kantung itu ditempat yang tidak terganggu, misalnya di atas lemari. Biarkan selama satu atau dua hari. Selanjutnya, cicipi rasa masing-masing buah mangga tersebut.

Sumber gambar : downloadkoleksigambargratis.com

Sumber gambar : cetaktaskertas.wordpress.com

Setelah kamu mencicipi masing-masing buah mangga tersebut, yang kalian rasakan adalah buah mangga yang disimpan di dalam lemari es semakin masak, tetapu rasanya tidak cukup enak. Sedangkan buah mangga didalam kantung kertas semakin masak dan lebih manis rasanya dibanding mangga yang disimpan didalam lemari es.

Hal itu dapat terjadi karena, didalam kantung kertas , kamu memerangkap dan mengkonsentrasikan hormon gas etilen yang secara alami timbul dari buah mangga tersebut. Gas inilah yang mempercepat pematangan buah-buahan. Disisi lain, didalam lemari es, gas etilen yang dihasilkan oleh buah mangga dibagi bersama bahan-bahan lainnya yang disimpan dilemari es.

Sumber :
Prof. Wahyudin, dkk.2009.99 Percobaan Sehari-hari.Jakarta: Armandelta Selaras



Sabtu, 22 November 2014

Tendangan Pisang dalam Fisika

Pernahkah Anda mendengar tentang tendangan pisang?Tendangan pisang merupakan tendangan andalan para pesepakbola papan atas. Tidak seperti tendangan pada umumnya, tendangan pisang arahnya melengkung sehingga ampuh dalam menjebol gawang lawan.
Bagaimana mekanisme dari tendangan pisang itu sendiri ?

Ketika Beckham melakukan freekick, Becham menendang bola sedikit dibawah pusat berat bola dengan  ujung sepatunya (Gb.2). Tendangan  model ini akan membuat bola melambung sambil berputar (spin). Ketika bola bergerak, aliran udara mengalir berlawanan arah dengan arah gerak bola. Putaran atau spin bola akan mempercepat aliran udara di daerah A dan memperlambat kecepatan aliran udara di daerah B sehingga kecepatan udara di daerah A lebih besar dibandingkan dengan kecepatan udara di daerah B (Gb.3).

Sumber gambar : Anneahira.com


Sumber gambar : Anneahira.com

Penjelasan hukum Fisika (Prinsip Bernoulli) yakni  aliran udara yang bergerak lebih cepat, tekanan udara nya lebih rendah, perbedaan tekanan udara antara daerah A dan daerah b akan menimbulkan gaya tekanan yang arahnya dari B ke A. Nah, apa akibatnya? gaya tekanan ini akan membuat lintasan bola membelok/melengkung.

Sumber :
http://www.anneahira.com/tendangan-pisang.htm diakses pada 24 November 2014

Bolehkah kita meminum air laut saat haus ?

Sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/

Pernahkah kalian melihat adegan-adegan film, dimana saat si tokoh terdampar disuatu pinggir pantai pulau terluar, kemudian diwaktu yang bersamaa sitokoh tersebut merasa haus. Apa yang dilakukan si tokoh kemudian ? yap, benar si tokoh tersebut meminum air laut. 
Lantas, benarkah air laut dapat menghilangkan rasa haus ? simak penjelasannya berikut ini.

Tubuh kita mengandung air kurang lebih 70%. Memang,tubuh kita mengandung garam. Tetapi dengan kadar tertentu. Air laut mengandung kadar garam yang tinggi. Jika kita minum air laut, tentu kadar garam dalam tubuh menjadi berlebih. Untuk menyeimbangkannya, sistem dalam tubuh bersifat homeostatis, sehingga melalui metabolisme, tubuh akan mengeluarkan garam tersebut dalam bentuk kencing. Akibatnya sel-sel dalam tubuh akan bekerja lebih keras lagi untuk mengeluarkan garam tersebut. Cairan-cairan dalam sel-sel tubuh ikut berdifusi untuk melarutkan garam tersebut. Akan tetapi jumlah garam yang dikeluarkan melalui kencing tadi, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah cairan yang berdifusi dari sel-sel dalam tubuh. Artinya tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan dalam tubuh kita dibandingkan dengan air laut yang kita minum. 

Dengan kata lain, meminum air laut akan membuat jumlah kecing yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan dengan cairan dalam tubuh kita. Tentunya, tubuh akan mengalami kehilangan cairan yang lebih banyak, sehingga dapat mengakibatkan kita dehidrasi. Justru, dengan meminum air laut kita akan semakin merasa haus. 

Sumber :
Yudono,Doni Aris.2013.Bisakah Kita Meminum Air Laut (online) melalui (http://detektif-fisika
     doni.blogspot.com/2014/04/bisakah-kita-meminum-air-laut-untuk.html, diakses pada 23
     November 2014)

Fenomena Laut Mati


Sumber gambar : newsmedia.co.id 
Laut Mati biasa disebut dengan Laut Garam karena perairannya mengandung 33,7% garam (sekitar 8,6 kali lebih banyak dari kandungan garam di laut biasa). Pasokan air yang masuk ke Laut Mati hanya dari Sungai Yordan dan beberapa pegunungan di sekitarnya. Karena Laut Mati berada posisi yang rendah (wilayah paling rendah di dunia) maka air yang diterima itu tidak bisa dialirkan kemana-mana. Satu-satunya jalan keluar air yaitu melalui proses penguapan ke udara saja. Itulah sebabnya air Laut Mati menjadi sangat asin karena air yang mengalami proses penguapan meninggalkan zat-zat mineralnya.


Di Laut Mati, setiap orang yang menceburkan diri, tidak akan tenggelam walaupun di tempat yang dalam. Ini bisa terjadi karena Laut Mati memiliki kadar keasinan/garam yang sangat tinggi, sehingga masa jenis airnya juga tinggi. Seperti Hukum Archimedes yang menyebutkan bahwa suatu benda mengambang, melayang, atau tenggelam tergantung dari massa jenisnya. 


Hukum Archimedes berbunyi “jika benda dimasukkan ke dalam cairan, baik sebagian atau seluruhnya, akan mendapatkan gaya ke atas sebesar berat cairan yang dipindahkan benda itu”. Misalnya air mempunyai volume tertentu, jika sebuah benda dimasukkan ke dalam air tersebut, maka permukaan air akan terdesak atau naik. Dengan kata lain, berat benda seolah-olah menjadi lebih ringan.


Disebut laut mati, bukan karena lautnya yang mati. Tetapi, dengan keadaan laut yang memiliki kadar garam yang tinggi, sehingga menyebabkan tidak mendukung adanya ekosistem dan kehidupan biota air dalam laut ini. Itulah sebabnya, kata "mati" disematkan dalam laut ini. 



Sumber Artikel :
Mulyaningsih,Sri dkk.2007. FISIKA DASAR 1 Seri 1: Mekanika. Unesa University Press
Yudono, Doni Aris.2013. Laut Mati: Apanya yang mati? (online) melalui (http://detektif-fisika
        doni.blogspot.com/2013/10/laut-mati-apanya-yang-mati.html, diakses pada 23 November 2014)